Monday, July 9, 2012

TUTORIAL MONITOR


  1. BAGIAN REGULATOR
  2. BAGIAN OSILATOR VERTICAL & HORISONTAL
  3. BAGIAN PROGRAM
  4. BAGIAN DRIVER HORISONTAL
  5. TRANSISTOR HORISONTAL OUTPUT
  6. FLYBACK
  7. BAGIAN VERTICAL OUTPUT
  8. BAGIAN RGB
  1. (A.) Tabung/CRT(catoda ray tube):
Tabung berfungsi untuk menampilkan informasi-informasi gambar yang kita lihat,disekeliling tabung terdapat gulungan tembaga yg dibungkus dengan solasi yg dinamakan degaussing coil,degaussing berguna untuk menyetabilkan medan magnit didalam tabung, ciri-ciri dari kerusakan tabung Ialah: 1.gambar tak tampak 2.gambar tampak tapi gelap. 3.warna tidak lengkapatau pincang. 4.gambar tidak focus atau buyar 5.layar nyala merah/hijau/biruterang tapi bergaris. 6.gambar tampak tapi hanya salah satu warna saja dll.
  1. (B1.) Defleksi yoke :
Defleksi yoke terbuat dari tembaga yang dililit dibatang ferit yg melingkar, defleksi yoke terdiri dari dua bagian,yaitu lilitan horisontal dan vertikal, untuk lilitan horisontal terletak dibagian dalam dan vertilal dibagian luar, defleki berfungsi untuk menarik elektron-elektron didalam tabung kearah horisontal dan verikal.ciri-ciri dari kerusakan defleksi Ialah: 1. defleksi horisontal,untuk kerusakan defleksi horisontal biasanya kebakar,atau jamuran dan dilayar gambar tampak tapi ditengah dan kanan kiri melengkung.2.Defleksi vetical,ciri-ciri kerusakan defleksi vertical ialah gambar nampak ditengah dan bergaris-garis atas bawah hitam,tetapi untuk defleksi vertical biasanya jarang sekali terjadi kerusakan.

  1. (B2.) Pincusent adjustmen/cincin pengatur warna:
Cincin ini berperan penting didalam monitor,cincin ini berfungsi untuk mengatur bayangan warna,supaya gambar maupun tulisan tidak ada bayangan warna,sehingga akan tampak warna aslinya.

  1. (C.) Regulator/power suply :
Regulator berfungsi untuk menyuplay tegangan keseluruh rangkaian pcb/board, juga kerangkaian RGB dan tabung,biasanya tegangan output/sekunder pada tiap2 regulator monitor belum tentu sama,tapi pada intinya ada 3 yaitu 1. +Dc 6,5 volt untuk menyuplay tegangan ke vilamen CRT, 2. +Dc 12>15 volt untuk menyuplay tegangan ke IC oscilator horisontal dan vertical dan juga ke IC program,3+Dc 50> 75 volt untuk menyuplay tegangan ke horisontal output melalui flyback.Ciri-ciri kerusakan dari regulator ialah:1. Monitor nggak bisa nyala, 2.Monitor kalau dinyalakan terjadi konsleting pada jalur listrik,3.Monitor nyala tetapi gambar ngleod/bergoyang dll.

  1. (D.) Flyback :
Flyback berfungsi untuk membangkitkan tegangan tinggi yang semula antara 75.s/d 130. volt menjadi 25 kilo volt,flyback berguna untuk menbangkitkan cahaya didalam tabung,dibadan flyback terdapat 2 trimpot pengaturan yaitu,pengaturan scren dan focus,scren berguna untuk mengatur gelap terangnya gambar,dan focus berguna untuk mengatur kefokusan gambar atau tulisan.Ciri-ciri dari kerusakan flyback ialah:1.Gambar buyar/tidak focus 2.gambar ada tapi terlalu terang,ada garis buku 3.gambar gelap 4.led control nyala tapi monitor nggak bisa hidup 5.monitor nyala tapi bunyi pletek-pletek 6.monitor nyala tapi gambar kedip kedip dll.

  1. (E.) Rangkaian RGB:
Rangkaian ini berfungsi untuk mengolah warna yg datang dari VGA card dan dikirim ketabung gambar/CRT. Ciri-ciri dari kerusakan RGB ialah:1.gambar merah kekuning kuningan 2.gambar biru kemerah merahan 3.gambar biru keputih putihan 4.gambar tampak tapi hanya hijau,merah atau biru dll.

  1. (F.) Dibawah tabung ini terdapat 1. Rangkaian program 2.Rangkaian oscilator vertical,horisontal 3.Rangkaian vertical output 4.horisontal driver dan output,untuk gambar ini tidak saya perlihatkan secara detail karena untuk tiap-tiap jenis monitor letaknya belum tentu sama,dan sebagai contoh lihat gambar diatas, Board samsung 591s. tetapi akan saya terangkan cici-cirinya .

    • Rangkaian program: terdiri dari IC (intergrated circuit) dan tambahan komponen disekelilingnya untuk mengetahui IC program ciri-cirinnya ialah,sebagian kaki- kakinya terhubung ke swit Digital yang ada dipanel depan monitor,IC program berfungsi untuk mengendalikan semua pengaturan yang ada di monitor, seperti V size,V center,H size,H center,colour dll.ciri-ciri kerusakan dari IC program ialah,led indikator nyala tapi monitor nggak mau hidup,monitor nyala tapi semua pengaturan nggak berfungsi,monitor nyala kemudian beberapa menit mati dll.

    • Rangkaian oscilator Vertical & Horisontal :Untuk rangkaian oscilator vertikal dan horisontal biasanya jadi satu dalam IC (intergrated circuit) ada juga yang jadi satu dengan rangkaian program.ciri-ciri dari rangkaian oscilator vertical dan horisontal ialah,sebagian kaki-kakinya terhubung ke ic output vertical dan basis transistor driver horisontal....
************************************************************************
SOKET VGA










(Sumber: http://artikelelektronika.blogspot.com/2009/08/tutorial-monitor-berikut-adalah.html)
DESKTOP MONITOR
Pelacakan Kerusakan
Teknik yang digunakan dalam pelacakan kerusakan adalah teknik lokalisasi tiap blok rangkaian. Langkah pertama, pastikan bahwa sumber daya listrik benar-benar ada dan terhubung dengan baik. Apabila Apabila monitor dinyalakan tidak disambungkan dengan system unit. monitor tidak menampilkan apapun. Dengan bantuan seperangkat system unit dan pastikan bahwa Video Card berfungsi dengan baik gejala apa yanq muncul pada saat Power ON/OFF dinyalakan. Dari hasil tersebut kita bisa menganalisa bagian apa yang bermasalah.
Jangan menyentuh penghantar anoda dari flyback ke CRT sebelum digroundkan, karena mengandung tegangan tinggi yang besarnya dapat mencapai belasan kilovolt. Groundkan terlebih dahulu menggunakan kabel yang terisolasi dengan baik dengan bantuan obeng yang terisolasi baik.
Hubungsingkatkan kapasitor yang paling besar (pada rangkaian Power Regulator, biasanya bertegangan 400 Volt) dengan tahanan 5 sampai 10 ohm hingga tegangan kapasitor terbuang.

Kemungkinan Kerusakan Pada Monitor
No.
Masalah
Kemungkinan
1.
Indicator padam, layar mati
- Power Cord AC
- Fuse
- Power Supply
2.
Indicator nyala, layar mati
- Kabel Interface
- Brightness Control
- Horizontal Output
- High Voltage Anode
- CRT
3.
Huruf dan atau Objek tidak jelas dan terputus-putus
- Contrast Control
- Video Output
- High Voltage Anode
- CRT
- Kabel Interface
4.
Layar berbentuk Oval
- Deflection Yoke
- Vertical Hold
- Vertical Line
- Horizontal Hold
5.
Sebagian atas dan bawah layar bergaris hitam
- Vertical Hold
- Vertical Line
6.
Kedua samping layar bergaris hitam
- Horizontal Hold
7.
Layar memutar terus menerus dari bawah ke atas atau sebaliknya
- Horizontal Hold
8.
Layar bergaris-garis penuh
- Horizontal Hold
- Oscilator Hold
9.
Layar miring ke kiri atau ke kanan
- Deflection Yoke
10.
Warna Layar tidak teratur, bias atau samar-samar
- CRT
- Degaussing Coil
- Rangkaian Matrix RGB
Praktek Perbaikan Monitor
  1. Topik : Power Regulator
  2. Tujuan : Mengenal Bagian Power Regulator
Rangkaian power regulator berfungsi untuk mengubah tegangan listrik bolak balik(AC) jala-jala menjadi tegangan searah(DC). Nama lain power regulator adalah catu daya 1 pembagi tegangan. Adapun besamya tegangan DC yang dihasilkan disesuaikan dengan kebutuhan pada rangkaian yang akan di catu daya. Didalam, rangkaian regulator (Catu Daya) terbagi atas beberapa bagian yaitu :
1. Penyearah tegangan.
2. Filter tegangan.
3. Stabilisator tegangan.
4. Pencatu /Output Tegangan
Diagram Blok Regulator

Langkah Pengetesan:
1. Ukur tegangan masuk dari jala-jala(Volt).
2. Ukur tegangan setelah penyearah(Volt)
3. Ukur tegangan pada kaki transistor.
dddC = ....... Volt
dddE = ....... Volt
4. Ukur tegangan pada output regulator.
dd Output 1 = Volt
dd Output 2 = Volt
dd Output 3 = Volt
dd Output 4 = Volt

Rangkaian Regulator



Metode Mencari KerusakanNama Blok: Power Regulator
Gejala : Indikator lampmati, layar gelap
Flow Chart Metode Mencari Kerusakan Power Regulator
a. Topik : Rangkaian Horizontalb. Tujuan : Mengenal bagian Horizontal
Secara umum rangkaian horizontal berfungsi untuk membangkitkan tegangan tinggi. Rangkaian hohzorital ini terdiri atas:
1. Oscilator horizontal.
2. Driver horizontal.
3. Penquat horizontal.
Kedua oscillator ini akan membangkitkan sinyal-sinyal atau tegangan-tegangan defleksi horizontal dan vertical. kedua sinyal defleksi tersebut dibutuhkan untuk mengatur scanning garis-garis pada layar CRT secara merata diseluruh permukaan. Sinyal defleksi horizontal mengatur jalannya gerakan berkas electron dari kiri ke kanan/scanning ke arah horizontal, sedangkan sinyal defleksi vertical mengatur jalanya dari atas ke bawah.
Sinyal oscillator horizontal akan diperkuat oten driver horizontal sebelum masuk ke penguat horizontal. Adapun tugas dan fungsi penguat horizontal adalah :
1. Menghasilkan tegangan dengan bentuk dan amplitudo tertentu yang akan disalurkan ke
defleksi horizontal.
2. Menghasilkan tegangan tinggi untuk tabung.
Blok Diagram Rangkaian Horizontal
Didalam rangkaian horizontal, rangkaian pembangkit tegangan tinggi berfungsi untuk menaikkan tegangan antara 10 KV - 50 KV. Sebelum tegangan tinggi ini masuk ke anoda, CRT diratakan/diserahkan dahulu melalui dioda tegangan tinggi (dioda HVREC). Jika Indikator menyala sedangkan layar tetap gelap maka IC regulator (IC LM) patut dicurigai mengalami kerusakan.
Langkah Kerja1. Ukuran tegangan pada transistor buffer/driver horizontal.
1. C=... Volt
1. E=... Volt
2. Ukur tegangan pada transistor penguat horizontal
2. B= ... Volt
2. C= ... Volt
2. E= ... Volt
a. Topik : Rangkaian RGBb. Tujuan : Mengenal bagian RGB
Rangkaian RGB terletak di bagian belakang CRT. Warna dasar yang dihasilkan monitor ada tiga yaitu R=Red, G=Green, dan B=blue. Sedangkan warna-warna yang dihasilkan setelah pencampuran dari warna dasar disebut warna sekunder atau warna campuran. Rangkaian RGB terdiri dari:
1. Video buffer/driver
2. Penguat video/RGB
Diagram blok RGB
Rangkaian RGB ini juga disebut rangkaian atrix Adapun prinsip kerja -digkaiar, metrix adalah mengubah teqangan perbedaan warna yang telah dicampur dengan sinyai sinkronisasi yang diberikan demulator warna kembali menjadi tegangan perbedaan warna.
Rangkaian metrix ini harus dapat mengadakan atau membuat agar perbandingan antara amplitudo-amplitudo tegangan perbedaan warna itu dapat mempunyai harga yang tepat, tak tergantung dari cara penguatan sebelumnya. Jadi dalam hal ini rangkaian metrix tersebut hanyalah tinggal mengusahakan untuk memperoleh amplitudo-amplitudo yang tepat dari ketiga tegangan-tegangan perbedaan warna yang belum diredusir yang diperlukan oleh tabung gambar. Antara ketiga tegangan-tegangan perbedaan warna tersebut harus mempunyai amplitudo yang relatif tepat bagi tabung itulah maka tabung-tabung didalam rangkaian metrix itu harus sanggup memberikan penguatan-penguatan yang cocok tegangan perbedaan warna itu, sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tabung gambar tesebut.
Langkah Kerja1. Nyalakan Monitor
2. Ukur tegangan pada output IC Video
R = ... Volt
G = ... Volt
B = ... Volt
E = ...
Volt


3. Ukur tegangan pada kaki katoda KR = ... Volt
KG = ... Volt
KB = ... Volt
4. Ukur tegangan pada kisi katoda G1 = ... Volt
G2 = ... Volt
G3 = ... Volt
5. Ukur tegangan pada filamen = ... Volt
Flow Chart pendeteksian kerusakan pada RGB
Bagian komponen yang rusak pada rangkaian RGB ini biasanya Resistor berdaya besar yang terbakar, 3 buah transistor warna yang rusak atau adanya solderan yang terlepas dari Board atau tidak terpasang baik.




a. Topik : Deflection Yoke
b. Tujuan : Mengenal bagian Yoke Defleksi
Dalam leher tabung kita mengenal kumparan yoke defleksi yang terdiri dari :
a. Kumparan untuk defleksi Horizontal
b. Kumparan untuk defleksi Horizontal
Dalam hal kumparan fokus pengaturan besar kecilnya arus diatur oleh sebuah potensiometer. Guna pembelokan ini untuk menggerakan electron dari kiri ke kanan/scanning horizontal. Sinyal ini berguna untuk mentrigger kumparan defleksi horizontal, agar menjalankan gerak elektron dari kiri ke kanan pada akhir. titik-titik gambar secara otomatis sinyal mati dan kembali lagi ke kiri dan otomatis digeserkan kebawah pulsa blanking yang ditrigger sinyal vertical.
Cara kerja yoke defleksi vertical hampir sama dengan orizontal hanya saja dalam arah yang berlainan yaitu vertikal. Akibat adanya pembelok horizontal dan vertikal arah gerakan elektron tidak lagi ke kanan dan ke kiri tetapi menyebar ke bidang atau ke seluruh permukaan layar tabung dengan sama rata. Kedua kumparan ini diletakkan dalam leher tabung, akibatnya arah gerak ekeltron tidak lagi vertikal atau horizontal tetapi dalam arah resultan. hasil dari tarikan kedua kumparan ini akan menyebar dengan sama rata. Di dalam prakteknya kumparan ini dijadikan satu dan dinamakan yoke defleksi atau deflection coil.
Daftar Kerusakan pada Monitor
No.
Jenis Rangkaian
Gejala yang ditimbulkan
1.
Power Regulator
- Indikator padam dan layar gelap
- Gambar bergelombang
- Gambar mengecil secara horizontal dan vertikal
2.
Horizontal
- Indikator redup, layar gelap
- Gambar terlalu bergeser ke kiri atau ke kanan
- Gambar melebar ke kiri atau ke kanan
- Raster satu garis vertikal
- Gambar garis-garis hold
- Gambar terlalu kontras
- Gambar tidak fokus
- Gambar redup/gelap/kurang terang atau kontras
- Gambar lengkung di kedua sisi layar
- Terlihat blinking/garis-garis putih
3.
Vertikal
- Raster satu garis horizontal
- Gambar turun naik tidak berhenti
- Gambar memendek ke tengah layar
- Gambar terlalu memanjang ke atas
- Gambar terlalu bergeser ke atas/ke bawah
- Gambar memanjang bagian atas/bawah
4.
RGB
- Tidak ada warna
- Gambar tidak keluar/kurang jelas
- Gambar/tulisan tidak terlihat tapi raster terang
- Warna gambar tidak lengkap/ada warna terlalu dominan
5.
Layar CRT
- Indikator hidup layar gelap
- Filamen tidak menyala
- Gambar redup/tak terlihat
- Pada waktu power di OFF kan ada cahaya ditengah layar
seperti korek api
- Ada blanking berwarna merah/hijau/biru
- Ada bercak warna pada layar
6.
Yoke Defleksi
- Raster satu garis horizontal/vertikal
- Gambar travesium
- Gambar berbentuk lingkaran
- Gambar miring ke kiri/kekanan
- Warna gambar tidak fokus/terpisah
- Indikator hidup layar gelap
Tips Pengukuran dan Pengetesan Transistor

Pengetesan Pada Transistor
Kaki Pengetes
Hasil Pengukuran
+
-
B
E
Jarum menunjuk
B
C
Jarum menunjuk
Catatan : Tahanan BE > Tahanan BC

Pengetesan Pada Transistor Horizontal
Kaki Pengetes
Hasil Pengukuran
+
-
B
E
Jarum menunjuk
B
C
Jarum menunjuk
E
B
Jarum menunjuk
Catatan : EB < BE dan BC
Kode DF (Dengan Dioda)
Kode AF (Tanpa Dioda)
Pengetesan Pada Field Effect Transistor
Kaki Pengetes
Hasil Pengukuran
+
-
S
D
Jarum menunjuk
D
S
Jarum menunjuk
Catatan : SD > DS

Monitor Dan Perbaikannya

Langkah Awal Pembongkaran Monitor
Sebelum membongkar monitor, jangan lupa untuk menyiapkan alat-alat. Hal ini untuk menghindari terjadinya pemaksaan/pemerkosaan dalam membongkar monitor. Siapkan juga alas kaki yang terbuat dari karet agar tidak terkena arus listrik statis. Langkah pertama dalam membongkar monitor adalah membuka casing monitornya. Jangan dipaksa karena beberapa monitor agak sulit dibuka walaupun baut-bautnya sudah dilepas semua. Beberapa monitor ada yang menggunakan sistem socket untuk mengencangkan casingnya.
Gmbr. Pembongkaran Casing Monitor
Proses Grounding
Setelah casing terbuka, lakukan proses grounding. Caranya, sambungkan obeng ke kabel. Tempelkan ujung kabel yang lainnya ke ground (seng). Tempelkan ujung kabel yang menempel pada obeng ke kepala playback.
Hati-hati !
Meskipun sudah mati, play back masih memiliki tegangan tinggi. Beberapa capasitor dalam monitor juga dimungkinkan masih menyimpan tegangan yang bisa buat anda kesetrum.
Gambar. Proses Grounding




Pelacakan Kerusakan
Teknik yang digunakan dalam pelacakan kerusakan adalah teknik lokalisasi atau fokus pada blok rangkaian atau bagian yang dimungkinkan menglami kerusakan.
Apabila sumber daya listrik sudah benar-benar tersambung dengan baik, tetapi pada monitor tidak menampilkan apapun saat dinyalakan. Dengan bantuan seperangkat sistem unit dan dipastikan video card berfungsi dengan baik gejala apa yang muncul saat power ON/OFF dinyalakan. Dari hasil tersebut kita bisa menganalisa bagian apa yang bermasalah.
Tabel Kemungkinan Kerusakan






Mencari Kerusakan Pada Blok Power Regulator
Gejala: Lampu indikator mati, layar gelap.
Pelacakan Kerusakan Pada Rangkaian Horisontal
Gejala: Lampu indikator hidup tetapi layar gelap
Secara umum rangkaian horizontal berfungsi untuk membangkitkan tegangan tinggi. Rangkaian horizontal ini terdiri dari oscillator horizontal, driver horizontal, dan penguat horizontal. Oscillator kan membangkitkan sinyal-sinyal atau tegangan-tegangan defleksi horizontal dan vertical yang dibutuhkan untuk mengatur scanning garis-garis pada layar CRT secara merata di seluruh permukaan. Sinyal defleksi horizontal mengatur jalannya gerakan berkas elektron ke kiri ke kanan/scanning ke arah horizontal, sedangkan sinyal defleksi vertikal mengatur jalannya dari atas ke bawah.


















Sinyal oscillator horizontal akan diperkuat oleh driver horizontal sebelum masuk ke penguat horizontal. Adapun tugas dan fungsi penguat horizontal adalah menghasilkan suatu tegangan dengan bentuk dan amplitudo tertentu yang akan disalurkan ke defleksi horizontal. Di samping itu juga akan menghasilkan tegangan tinggi bagi tabung. Di dalam rangkaian horizontal, rangkaian pembangkit tegangan tinggi berfungsi untuk menaikkan tegangan antara 10 KV – 50 KV. Sebelum tegangan tinggi ini msauk ke anoda, CRT diratakan/disearahkan dulu melalui dioda tegangan tinggi (dioda HVREC). Yang harus diingat didalam perbaikan horizontal kita harus memakai CPU.
Pelacakan Kerusakan Pada Rangkaian Vertikal
Gejala: Indikator hidup dan raster berbentuk garis horizontal.
angkaian vertikal berfungsi untuk membangkitkan sinyal-sinyal yang berbentuk gigi gergaji yang diumpankan kepada yoke defleksi untuk penelusuran atau scanning secara vertikal pada layar/tabung CRT.
Gerakan scanning ini dilakukan sebanyak 50 kali tiap detik. Agar jalannya scanning pada layar CRT cocok maka oscillator disinkronkan oleh pulse-pulse sinkron vertikal yang datangnya dari CPU.


Gambar> Blok dan Flowchart
Rangkaian RGB




















Secara umum rangkaian RGB berfungsi untuk mengatur sinyal-sinyal perbedaan warna sekaligus memperkuat sinyal video. Rangkaian RGB ini sangat berperanan penting dalam pengaturan warna-warna pada layar CRT. Rangkaian ini menghasilkan tiga warna dasar disebut juga warna dasar yakni R=Merah, G=Hijau, B=Biru. Seedangkan warna-warna yang dihasilkan setelah pencampuran dari warna dasar disebut warna sekunder atau warna campuran.
Pin Conector


Kerusakan pada konektor ini juga bisa berakibat fatal, diantaranya warna menjadi dasar, misalnya biru saja, merah atau hijau yang pasti warna tidak normal. Dapat juga mengakibatkan tidak ada tampilan pada layar monitor.
Jadi untuk mengatasinya kita tinggal membuka socketnya dan lihat apakah ada kabel yang putus (ini hanya berlaku pada monitor yang memiliki konektor yang bisa bongkar pasang), dan untuk monitor yang konektornya tidak bisa dibongkar pasang maka kita tinggal membeli kabel datanya dan memasang kembali sesuai dengan susunannya.












Gambr Pin Konektor Yang Rusak

Jenis-jenis monitor:
  1. Monitor Catoda Ray Tube (CRT)
    Monitor ini merupakan monitor yang mempunyai tabung yang memproduksi elektron untuk menembak layar, sehingga tercipta gambar di layar seperti cara kerja di televisi. Monitor ini memakai port 15 pin dengan 3 baris.
  2. Monitor Liquid Crystal Display (LCD)
    Cara kerja monitor ini adalah dengan pemberian stimulasi arus listrik dari luar kepada liquid crystal (materi biphenyl), sehingga akan mengubah properti dari cahaya yang dilewatkan crystal.
  3. Monitor TFT LCD
Teknologi TFT LCD berupa liquid crystal yang diisikan di antara dua pelat gelas, yaitu colour filter glass dan TFT glass. Colour filter glass mempunyai filter warna yang bertugas memancarkan warna, sedangkan TFT glass mempunyai Thin Film transistor sebanyak pixel yang ditampilkan. Liquid crystal bergerak sesuai dengan perbedaan voltase antara colour filter glass dengan TFT glass. Jumlah cahaya yang dipasok oleh Back Light ditentukan oleh jumlah pergerakan liquid crystal yang pada gilirannya akan membentuk warna.

Tabel jenis-jenis monitor menurut adapter card, resolusi warna, dan jumlah pin.

Keterangan:
MDA = Monochrome Display Adapter
EGA = Enhanced Graphics Adapter
VGA = Video Graphic Array
CGA = Colour Graphic Adapter
XGA = X-Graphic Adapter
SVGA = Super Video Graphic Array

Tombol Pengatur Pada Monitor
Pada umumnya, setiap monitor dilengkapi dengan tombol menu pengaturan, seperti :
  1. Saklar ON/OFF yang berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan sumber daya listrik.
  2. Brightness Control, yaitu cerah atau redupnya layar.
  3. Contrast Control, yaitu untuk mengatur cerah atau redupnya obyek pada layar.
  4. Vertical Size Control (V. Hold), yaitu untuk mengatur area layar bagian bawah dan atas.
  5. Vertical Line (V. Line), yaitu untuk mengatur tinggi rendahnya obyek pada layar.
  6. Horisontal Size Control (H. Hold), yaitu untuk mengatur area layar bagian kiri dan kanan.

Monitor komputer / PC tidak jauh berbeda dengan pesawat penerima televisi. Perbedaan secara teknis yaitu monitor tidak memiliki rangkaian audio atau suara, sedangkan televisi memiliki penerima suara yang berbasis AM, FM, Zweiton, dan Nicam.

Monitor memiliki rangkaian video (raster circuit) sebagai berikut :
  • Pengolah video : Detector video, video driver, video output (pada rangkaian ini terdapat pengatur contrast)
  • Pengolah warna (Matrix RGB) : synchronisasi separator, integrator untuk oscillator, differensiator untuk oscillator horizontal, oscillator vertical (pada rangkaian ini terdapat pengatur V. Line dan V.Hold), vertical output, oscillator horisontal (pada rangkaian ini terdapat pengatur H. Hold), horisontal output, high voltage rectifier.
  • CRT (Cathoda Ray Tube) : Vertical, Horisontal deflection yoke dan degausing coil.

Tabung Gambar (CRT)

Adapun tabung gambar sangat berbeda-beda bila dibandingkan dengan tabung-tabung radio. Bentuk maupun fungsinya sangat berbeda. Menurut jenisnya, tabung gambar bisa dibagi sebagai berikut :
  • Tabung gambar colour/warna
  • Tabung gambar black n white/hitam putih
  • Tabung gambar monochrome/satu warna
Tabung gambar berwarna juga terbagi atas :
  • Tabung gambar berleher besar
  • Tabung gambar berleher kecil




Bentuk Tabung







Rangkaian RGB
Rangkaian RGB juga disebut sebagai rangkaian matrix. Adapun prinsip kerja rangkaian matrix adalah mengubah tegangan perbedaan warna yang telah dicampur dengan sinyal sinkronisasi yang diberikan demulator warna kembali menjadi tegangan perbedaan warna.

Rangkaian matrix ini harus dapat mengadakan atau membuat agar perbandingan-perbandingan antara amplitudo-amplitudo tegangan perbedaan warna itu dapat mempunyai harga yang tepat, tak tergantung dari cara penguatan sebelumnya. Jadi dalam hal ini rangkaian matrix tersebut hanyalah tinggal mengusahakan untuk memperoleh amplitudo-amplitudo yang tepat dari ketiga tegangan-tegangan perbedaan warna yang belum direduksi yang diperlukan tabung gambar.
PCB Pada Rangkaian RGB




Antara ketiga tegangan-tegangan perbedaan warna tersebut harus mempunyai amplitudo yang relatif tepat bagi tabung gambar. Untuk itulah maka tabung-tabung di dalam rangkaian matrix itu harus sanggup memberikan penguatan-penguatan yang cocok terhadap tegangan perbedaan warna itu, sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tabung gambar tersebut.

Yoke Defleksi
Dalam leher tabung kita kenal kumparan pembelok atau yoke defleksi, yaitu kumparan untuk horisontal, dan kumparan untuk vertikal. Dalam kumparan untuk fokus pengaturan besar kecilnya arus diatur oleh sebuah potensiometer. Guna pembelokan ini ialah supaya gerak elektron yang semula menuju satu titik fokus yang harus disesuaikan dengan arah sejajar.

T
Gambar. Proses Penyetelan Yoke

elah dijelaskan bahwa pengertian sinyal horisontal dalah untuk memberi perintah pada kumparan defleksi horisontal yang bekerja untuk menggerakan elektron daari kiri ke kanan/scanning horisontal.

Sinyal ini berguna untuk mentrigger kumparan defleksi horisontal, supaya menjalankan gerak elektron dari kiri ke kanan pada akhir. Titik-titik gambar secara otomatis sinyal mati dan kembali lagi ke kiri dan otomatis digeserkan ke bawah pulsa blanking yang ditrigger oleh sinyal vertikal.

Cara kerja yoke defleksi vertikal hampir sama dengan kumparan defleksi horisontal hanya saja dalam arah yang berlainan yaitu vertikal. Akibat adanya pembelok horisontal dan vertikal arah gerakan elektron tidak lagi ke kanan dan ke kiri tetapi menyebar ke seluruh bidang permukaan layar tabung dengan sama rata. Kedua kumparan ini diletakkan dalam leher tabung, akibatnya arah gerak elektron tidak lagi vertikal atau horisontal tetapi dalam arah resultan. Hasil dari tarikan kedua kumparan ini akan menyebar dengan sama rata. Di dalam prakteknya kumparan ini dijadikan satu dan dinamai yoke defleksi atau defleksi coil.

Kerusakan pada yoke biasanya mengakibatkan Raster pada satu garis, horisontal atau vertikal, Gambar trapesium, Gambar miring ke kiri/ke kanan, warna gambar tidak fokus atau terpisah, indikator hidup, layar gelap. Caranya adalah dengan mengganti atau menyetelnya, jangan lupa untuk mengendurkan terlebih dahulu kunci pada leher tabung.

Pelacakan Kerusakan
Teknik yang digunakan dalam pelacakan kerusakan adalah teknik lokalisasi tiap blok rangkaian. Langkah pertama, pastikan bahwa sumber daya listrik benar-benar ada dan tersambung dengan baik. Apabila monitor dinyalakan dan tidak disambungkan dengan sistem unit, monitor tidak menampilkan apapun. Dengan bantuan seperangkat sistem unit dan pastikan bahwa video card berfungsi dengan baik, sehingga kita bisa melihat gejala apa yang muncul pada saat power ON/OFF dinyalakan. Dari hasil tersebut kita bisa menganalisa bagian apa yang bermasalah.

Tabel berikut menunjukkan nama bagian rangkaian dan gejala yang ditimbulkan jika mengalami kerusakannya :
No.
Nama Rangkaian
Gejala yang Ditimbulkan
1.
Power Regulator
  • Indikator padam layar gelap
  • Gambar bergelombang
  • Gambar mengecil horizontal dan vertical
2.
Horizontal
  • Indikator hidup, layar gelap
  • Gambar terlalu ke kiri atau ke kanan
  • Gambar terlalu meleba ke kiri dan ke kanan
  • Raster satu garis vertikal
  • Gambar garis-garis hold
  • Gambar terlalu kontras
  • Gambar tidak fokus
  • Gambar redup/gelap/kurang terang atau kontras
  • Gambar lengkung di pinggir kiri dan kanan
  • Ada blanking/garis-garis putih
3.
Vertikal
  • Raster satu garis vertikal
  • Gambar turun naik tidak berhenti
  • Gambar memendek ke tengah
  • Gambar terlalu tingi/memanjang ke atas
  • Gambar terlalu ke atas atau ke bawah
  • Gambar melebar bagian atas atau bawah
  • Gambar memanjang bagian atas atau bawah
4.
RGB
  • Tidak ada warna
  • Gambar tidak keluar/kurang jelas
  • Gambar/tulisan tidak kelihatan tapi raster terang
  • Warna gambar tidak lengkap/warna dasar
5.
Layar CRT
  • Indikator hidup laar gelap
  • Filamen tidak menyala
  • Gambar redup/tidak kelihatan
  • Pada waktu power di-OFF-kan ada cahaya di tengah layar seperti korek api
  • Ada blanking berwarna merah/hijau/biru
  • Ada bercak-bercak warna pada layar
6.
Yoke Defleksi
  • Raster satu garis horiontal/vertikal
  • Gambar trapesium
  • Gambar berbentuk lingkaran
  • Gambar miring ke kiri/kanan
  • Warna gambar tidak fokus/terpisah
  • Indikator hidup layar gelap

Mengetahui Kerusakan Pada Flyback Transformer

BUAT PARA PEMULA!
Berikut beberapa cara untuk mengetahui kerusakan pada sebuah FBT/flyback transformer:
  1. Bisa di lihat dari fisiknya biasanya ditandai dengan menggembungnya di beberapa permukaan bodinya, retak, ataupun jebol dengan di barengi bau benda terbakar yang sangat menusuk hidung.



  1. Dengan mengukur resistansi antar kaki-kakinya,lepas dahulu FBT dari mainboard. Gunakan multitester digital/jarum, selektor switch pada posisi OHM kisaran 2000K, probe hitam tempelkan pada GND FBT, probe merah tempelkan pada COLECTOR/H.OUT, B+, 180V, dan ABL FBT secara bergantian,bila display tester tetap menunjukan angka 1 atau jarum tidak bergerak sama sekali berarti FBT dalam keadaan baik, sebaliknya bila display tester menunjukan angka 000 atau jarum menyimpang walau sedikit berarti FBT dalam keadaan Short/rusak.

  1. Bisa di tes dari reaksinya dalam rangkaian,hidupkan tv beberapa saat kemudian pegang heatsink TR Horizontal,bila sangat panas sekali/abnormal,bisa dipastikan FBT telah rusak,walau kadang-kadang penyebabnya bukan dari FBT itu sendiri. Demikianlah beberapa ulasan dari saya, bagi rekan-rekan yang sudah profesional bisa menambahkan ulasannya di kolom komentar he he he.....sukses buat anda semua


Defleksi Yoke

DEFLEKSI
Defleksi bukanlah komponen yang asing bagi orang yang biasa berkecimpung di bidang elektronic,kerusakan defleksi biasa nya terjadi pada kumparan bagian dalam (kumparan horizontal).

Nah,berikut ini adalah gejala yang dapat kita analisa dari kerusakan delfeksi.
1. gambar pada tv menyempit kiri kanan.
2. gambar tv berbentuk oval,atau ada juga yg gambar nya berbentuk lingkaran, tergantung merk tv
3. kumparan,terasa panas sekali walau di pegang dari luar,bisa juga ampe keluar asap.nah ucapkan permintaan anda pada saat keluar asap he heh he,becanda emang jin botol.jangan terlalu tegang bos.lanjut (segera matikan tv dan di cek langsung defleksi nya,jangan terlalu lama menghidupkan tv nya karna efek panas dapat membuat CRT retak)
4. transistor horizontal terasa panas sekali,dan tidak ada gambar,coba cabut soket deleksi di main board jika tv bisa hidup,(hanya titik kecil tingah layar)berarti defleksi short

5. nah ini cara yang paling efektif buka defleksi nya perlahan-lahan dan hati-hati karna magnet kovergensi sangat rapuh,nah setelah dibuka perhatikan kumparan bagian dalam sisi kiri dan kanan,umumnya untuk tv merk polytron,digitec dan sharp. keluaran dulu kerusakan defleksi kelihatan dari kumparan nya yang hangus. biasanya kumparan nya hangus karna lapisan karet defleksi yang lembab, jadi setelah pengantian derleksi baru karet tersebut jangan di pakai lagi.yang tidak kalah penting untuk di ingat adalah kerusakan defleksi tidak semua nya hangus pada kumparan dan keliatan kasat mata,ada juga yang hangus di dalam kumparan, jadi kalau dari luar keliatan masih bagus tetapi hangus di dalam, yang sering di temukan pada tv toshiba dan panasonic,nah disilah saat nya langkah-langkah di atas kita terapkan,yang perlu di perhatikan juga untuk tv sharp box silver,dan panasonic box silver,berbeda dengan defleksi yang ada di pasaran,jika kita memasang dengan defleksi yang ada di pasaran maka horizontal akan panas sekali, gambar akan menyempit kiri kanan ada juga yang gambar terlalu lebar kiri kanan nya, jadi kesimpulan nya defleksi untuk kedua merk di atas harus di beli di service center,jika temen2 tidak bisa menjangkau service centre karna terlalu jauh,di samping itu juga harga nya cukup mahal,saya ada trick untuk mengatasi nya,cara nya adalah belikan defleksi biasa yang ada di pasaran dan travo yoke impedansy kira2 begitu tulisan nya,maklum saya ngak fasih bahasa inggris, selain itu travo impedansy juga dapat di terapkan pada defleksi monitor,karna CRT monitor, jika di ganti defleksi biasa akan banyak magnet pada layar alias merah,biru pada sudut2 layar,dengan adanya travo impedansy semua masalah magnet dapat teratasi dan rongsokan monitor juga bisa dimanfaatkan cukup dengan tambahan biaya 175rb untuk membeli mesin baru,monitor rongsokan berubah wujud menjadi tv. nah untuk pemasangan nya.perhatikan gambar di bawah.

jika gambar semakin menyempit,pindah kabel travo pada pin 6 {warna merah}ke pin 3 atau 4,di sesuaikan dengan lebar gambar.

Mengetahui Kerusakan Pada Defleksi (YOKE)

Buat Rekan-rekan PEMULA! Televisi yang mengalami kerusakan pada defleksi/yoke biasanya ditandai dengan raster/gambar yang menciut atau menyempit di sisi kanan dan kiri layar,disertai kepulan asap di belakang CRT pada beberapa merk tv kadang-kadang disertai dengan suara denging dari flyback. Ada juga ditandai dengan mati/rusaknya Transistor penguat Horizontal karena terlalu berebihan menahan beban dari defleksi/yoke yang sudah short.

Berdasarkan pengalaman saya, penyebab utama kerusakan pada defleksi/yoke adalah jamur yang berasal dari proses pengembunan yang terjadi di sekitar CRT, dimana udara panas yang ada di dalam tv bercampur dengan udara dingin dari luar box tv yang akhirnya menjadi titik-titik embun yang menempel pada karet-karet penyangga defleksi yang akhirnya membuat suhu di sekitar defleksi menjadi lembab ketika tv sudah di matikan, bebaslah sang jamur tumbuh disana yang kemudian menggerogoti coil defleksi sedikit demi sedikit yang akhirnya sampai di coil inti,bila sudah terlalu banyak coil yang terkelupas lapisan emailnya,saat tv dihidupkan akan terjadi loncatan listrik di antara coil-coil tadi sehingga defleksi menjadi short dan terbakar.

Saat penggantian defleksi baru,karet-karet penyangga lebih baik tidak usah di pasang kembali karena akan menimbulkan masalah baru (hanya untuk defleksi yang terbakar). Adapun nilai hambatan pada tiap defleksi/yoke pun berbeda-beda,untuk bagian horizontalnya mulai dari 1,2ohm sampai 5ohm (setahu saya sih he he...),sedangkan untuk bagian vertikal mulai dari 14ohm sampai 17ohm.

Untuk pengukurannya bisa menggunakan multitester digital maupun model jarum,saklar selektor pada posisi OHM kisaran 200 (digital) 1* (jarum), probe hitam tempelkan pada pin horizontal yang kanan dan probe merah pada pin horizontal yang kiri,display menunjukan nilai hambatan harus diatas 1,2ohm,kalau dibawah nilai tersebut kemungkinan gulungan horizontal short.Untuk gulungan bagian vertikal,probe hitam tempelkan pada pin vertikal kanan dan probe merah pada pin vertikal kiri,display menunjukan nilai hambatan berkisar 14ohm sampai 17ohm.Short pada gulungan bagian vertikal sangat jarang terjadi. Demikian sekelumit ulasan dari saya,semoga semakin menambah pengetahuan bagi rekan-rekan kita yang masih pemula, bagi rekan-rekan profesional yang ingin menambahkan ulasannya di tunggu di kolom komentar he he he.....

SUKSES BUAT KITA SEMUA

1 comment: